Kamis, 12 Juli 2018

RUSAKNYA TERUMBU KARANG AKIBAT PENGGUNAAN ALAT TANGKAP IKAN YANG TIDAK RAMAH LINGKUNGAN



 Oleh :    
                                                               Budi Santoso, S.St.Pi

Hasil gambar untuk terumbu karang

Terumbu karang merupakan ekosistem yang amat peka dan sensitif sekali, sehingga jika kita menggunakan bom untuk menangkap ikan atau meracuni terumbu karang hanya untuk menangkap lobster atau ikan dasar akan sangat mengganggu bahkan merusak ekosistem yang ada di dalamnya. Perilaku masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi penyebab utama kerusakan terumbu karang di beberapa wilayah di Tanah Air. Padahal ekosistem terumbu karang merupakan suatu ekosistem bawah laut yang saling ketergantungan satu sama lain di antara makhluk hidup yang tinggal dalam ekosistem tersebut. Berdasarkan data dan fakta yang ditemukan di lapangan bahwa rata- rata kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah sangat parah. Kondisi ini terus berlangsung karena berkolerasi dengan ketidak seriusan aparat penegak hukum serta lemahnya sistem penegakan hukum. Masyarakat nelayan pada umumnya mengeksploitasi sumber daya laut dengan menggunakan peralatan yang tidak ramah lingkungan seperti bahan peledak, bius, racun, trawl dan lain-lain.

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan jenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu karang merupakan tempat tinggal beberapa mahluk laut dan tempat mereka mencari makanan. Terumbu karang yang ada di perairan Indonesia saat ini terbentuk ± sejak 450 tahun silam dan pertumbuhannya sangat lamban, karang yang bentuknya bulat tumbuhnya sangat lambat. Wilayah Indonesia yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, mempunyai garis pantai yang panjangnya ± 81.000 km. Sehingga Indonesia mempunyai ekosistem terumbu karang terluas di dunia yang tersebar mulai dari Sabang – Aceh sampai ke Irian Jaya.

Sebagai tempat berlindung dan mencari makan bagi ikan, maka ekosistim terumbu karang merupakan wilayah yang tepat untuk mengeksploitasi sumberdaya ikan, akibatnya timbullah berbagai bentuk usaha penangkapan khususnya penggunaan alat tangkap yang merusak seperti trawl, mini – trawl, obat bius, dan bom ikan yang mengancam kelangsungan hidup ekosistm terumbu karang. Dalam kuru waktu beberapa tahun terakhir ini, kerusakan terumbu karang begitu nyata terlihat, salah satu indikasinya adalah semakin jauhnya daerah operasi penangkapan ikan akibat ekosistim terumbu karang telah rusak, disamping itu respon pasar yang cukup baik terhadap komoditi perikanan telah ikut menjadi motivasi yang kuat bagi para pencari ikan untuk menggunakan alat tangkap yang merusak untuk memperoleh hasil tangkapan yang instan dalam  volume yang besar. Bukan hanya itu, eksploitasi terhadap terumbu karang itu sendiri telah ikut memperparah situasi tersebut.
ISU SAAT INI ??????



·        Bagaimana keadaan laut Indonesia pada saat ini ??
Bagaimana keadaan terumbu karang di Indonesia ?? 
Mengapa terumbu karang harus segera di selamatkan ?? 
Seberapa parah kerusakan yang terjadi ?  
Solusi apa yang dapat kita berikan untuk menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan ?? 
Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan, khususnya masalah laut Indonesia yang semakin hari semakin hilang keindahannya dan terumbu karang yang terancam punah akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.


Merusak terumbu karang secara sengaja ataupun tidak sengaja yang diakibatkan oleh aktivitas manusia merupakan tindakan yang melanggar huku. Dalam UU 1945 pasal 33 ayat 3 dikatakan “Bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Pasal 33 ayat 3 ini merupakan landasan yuridis dan sekaligus merupakan arah bagi pengaturan terhadap hal yang berkaitan dengan sumberdaya terumbu karang. Dan termbu karang telah ditetapkan sebagai sistem ekologi dan penyangga kehidupan yangpenting untuk kelangsungan hidup manusia dan pembangunan berkelanjutan oleh Strategi Konservasi Dunia 1980.

Karena itu, terumbu karang sebagai salah satu sumberdaya alam yang ada di Indonesia, pengelolaannya harus didasarkan pada peraturan-peraturan, diantaranya :

  1. UU RI No. 4/1982, tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup.
  2. UU RI No. 9/1985, tentang perikanan.
  3. UU RI No. 5/1990, tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem.
  4. UU RI No. 9/1990, tentang kepariwisataan.
  5. Peraturan pemerintah No. 29/1986, tentang analisa dampak lingkungan.
  6. Keputusan Menteri Kehutanan No. 687/Kpts. II-1989 tanggal 15 Nopember 1989 tentang pengusaha Hutan Wisata, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Taman Hutan Laut.
  7. Surat edaran Menteri PPLH No. 408/MNPPLH/4/1979, tentang larangan pengambilan batu karang yang dapat merusak lingkungan ekosistem laut, ditujukan kepada Gubernur Kepala Daerah, Tingkat I di seluruh Indonesia.
          Peraturan yang telah dicanangkan pemerintah sudah sangat sempurna untuk pencegahan kerusakan terumbu karang, mulai dari himbauan, iklan-iklan, bahkan sampai jalur hukum yaitu peraturan undang-undang tentang pengerusakan terumbu karang. Tapi keadaan Indonesia tidak juga berubah. Hal ini juga disebabkan oleh aparat-aparat yang mau menerimas suap dari pelaku-pelaku pengerusakan terumbu karang.

Kehidupan bawah laut adalah dunia yang menakjubkan. Aneka bentuk menawan serta warna-warni indah dari berbagai terumbu karang, ikan-ikan,dan tumbuhan laut, merupakan pemandangan yang sangat mempesona. Wilayah perairan Indonesia memiliki terumbu karang terluas dengan jenis karang paling banyak. Tinggi dan tebalnya hanya bertambah 1 cm dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan, karang bercambah 20 cm per tahun. Terumbu karang hanya dapat hidup di daerah tropis dengan temperature sekitar 21-30 C. Dan Indonesia adalah Negara Kepulauan dengan iklim tropis. Tuhan telah memberikan Indonesia laut yang begitu indah. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menyadari betapa indahnya dunia bawah laut kita ini. Namun sangat disayangkan pesona bawah laut ini, kian lama kian terancam. Dunia terumbu karang yang selain indah dipandang,juga merupakan rumah bagi ribuan jenis binatang dan tumbuhan laut itu, keberadannya makin mengkhawatirkan.

Karena perilaku masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi penyebab utama kerusakan terumbu karang di beberapa wilayah di Tanah Air. Padahal ekosistem terumbu karang merupakan suatu ekosistem bawah laut yang saling ketergantungan satu sama lain di antara makhluk hidup yang tinggal dalam ekosistem tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2005 lalu bahwa rata- rata kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah sangat parah. Kondisi ini terus berlangsung karena berkolerasi dengan ketidak seriusan aparat penegak hukum serta lemahnya sistem penegakan hukum. Masyarakat nelayan pada umumnya mengeksploitasi sumber daya laut dengan menggunakan peralatan yang tidak ramah lingkungan seperti bahan peledak, bius, racun, trawl dan lain-lain.

Terumbu karang merupakan ekosistem yang amat peka dan sensitive sekali, sehingga jika kita menggunakan bom untuk menangkap ikan atau meracuni terumbu karang hanya untuk menangkap lobster akan sangat mengganggu bahkan merusak ekosistem yang ada di dalamnya.

Sebenarnya jika kita telaah lebih jauh, terumbu karang memiliki peran dan manfaat yang sangat menguntungkan bagi manusia dalan segi positif tentunya.

Peran dan manfaat terumbu karang :

·         Sebagai tempat hidupnya ikan- ikan yang banyak dibutuhkan manusia untuk pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning,dll.
  • Sebagai benteng- benteng pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai.
  • Sebagai tempat untuk wisata.
  • Sebagai laboraturium alam untuk penunjang pendidikan dan penelitian.
  • Terumbu karang potensi masa depan untuk sumber lapangan kerjabagi rakyat Indonesia.
Mengapa terumbu karang harus segera diselamatkan ??
Karena sumber daya karang merupakan salah satu sumber daya hayati yang tak ternilai harganya dari segi ekonomi atau ekologinya, apabila sumber daya terumbu karang ini dikaitkan dengan pengembangan wisata bahari mempunyai andil yang sangat besar. Karena keberadaan terumbu karang tersebut sangat penting dalam pengembangan berbagai sektor termasuk sektor pariwisata.
Terumbu karang sangat mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitarnya baik secara fisik juga biologis. Akibat kombinasi dampak negatif langsung dan tidak langsung pada terumbu karang Indonesia, sebagian besar terumbu karang di wilayah Indonesia saat ini sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Bagaimanapun juga, tekanan terhadap keberadaan terumbu karang paling banyak diakibatkan oleh kegiatan manusia, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan. Peningkatan kegiatan manusia sepanjang garis pantai semakin memperparah kondisi terumbu karang. Oleh karena itu merupakan kebutuhan mendesak untuk menerapkan konservasi dan rencana-rencana pengelolaan yang baik untuk melindungi terumbu karang dari kerusakan yang semakin parah.
Langkah dan kebijakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi ancaman terhadap terumbu karang di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlunya menjaga kelestarian terumbu karang dan mengadakan perencanaan pengelolaan wilayah pesisir yang baik dengan cara mengidentifikasi tingkat kerawanan dari terumbu karang dan meningkatkan pengelolaan yang berkesinambungan.
Laut dan terumbu karang yang masih baik ada di Indonesia bagian timur ; misalnya Kepulauan Maluku yaitu Taman Laut Bunaken, Cagar Alam Raja Ampat di Papua, NTT, NTB, dan lain-lain. Sedangkan terumbu karang yang mengalami kerusakan adalah Pantai Utara Laut Jawa, sebagian Kepulauan Seribu, bagian Timur Sumatera, dan lain-lain.
Terumbu karang adalah karang yang terbentuk dari Kalsium Karbonat koloni kerang laut yang bernama polip yang bersimbiosis dengan organisme mikroskopis ynag bernama zooxanthellae. Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut karena terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Tanaman ini biasanya tumbuh di dekat di daerah tropis dengan temperatur sekitar 21 – 30 0C.
Terumbu karang memiliki banyak peran dan manfaat bagi mahluk hidup di dunia ini, misalnya sebagai tempat hidupnya ikan – ikan yang banyak dibutuhkan oleh manusia untuk pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dan lain – lain sebagai “benteng pelindung” pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai. Disamping itu, terumbu karang bermanfaat sebagai tempat berwisata bahari.
Keindahan terumbu karang kini sudah tak terekspos lagi. Luas terumbu karang indonesia yang diperkirakan mencapai 60.000 km2 sekarangyang dalam kondisi baik hanya 6,2%. Kerusakan ini disebabkan oleh 3 faktor, yaitu keserakahan manusia yang terlihat dari penggunaan bahan peledak dan racun kimia dalam penangkapan ikan, ketidaktahuan dan ketidakpedulian manusia akan pentingnya keberlangsungan hidup terumbu karang, dan penegakan hukum yang mulai melemah.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Anggraini, Kiki, dkk. 2003. Mengenal Ekosistem Laut. Kehati : Jakarta.
  2. Redaksi kawan pustaka. 2004. UUD ’45 dan Perubahannya. Kawan Pustaka :L Tangerang.
  3. Taylor, Barbara. 2004. Pantai. Elex media komputindo : Jakarta.
  4. Gonick, Larry dan Outwater, Al ice. 2004. Kartun Lingkungan. Kepustakaan Populer Gramedia : Jakarta.